ilmu budaya dasar
MAKALAH
“MANUSIA DAN KEINDAHAN”

Nama :
Tria Aulia Ananda
Kelas :
1EA08
NPM :
17218134
Matkul :
Ilmu Budaya Dasar
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya
panjatkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena atas ijin dan kuasanyalah sehingga
saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini
berjudul “ Manusia dan Keindahan “ dimana didalamnya membahas tentang makna
keindahan, makna renungan , serta makna kehalusan.
Pada dasarnya makalah
ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Ilmu Budaya Dasar, Namun
lebih dari itu penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua untuk menambah ilmu pengetahuan kita umumnya tentang manusia
dan keindahan.
Ucapan terima kasih
kepada dosen pengajar mata kuliah IBD,
serta semua yang ikut memberikan bantuan baik berupa materi, tenaga ataupun
sumbang pikiran atas terselesaikanya makalah ini. Kurang dan lebihnya penulis
memohon maaf dan akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih.
Jakarta, 08 Oktober 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………….........................
DAFTAR ISI
......................................................................…
BAB I : Pendahuluan ……………………………………....
A. Latar Belakan ………………………………………….
B. Rumusan Masalah ...........................................................
C. Tujuan Masalah …………………………………………
BAB II : Pembahasan ……………………………………………
A.
Pengertian Manusia ………………………………………
B.
pPengertian Keindahan ……………………………………
C.
Makna Keindahan ……………………………………………
D.
Hakikat Dari Keindahan ………………………………………
E.
Hubungan Manusia Dengan
Keindahan ………………………
F.
Renungan ……………………………………………………….
G.
Keserasian ………………………………………………………
H.
Haluan ………………………………………………………….
BAB III : Penutup ………………………………………………………
A.
Kesimpulan ……………………………………………………..
B.
Saran ……………………………………………………………
Daftra Pustaka ………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Setiap manusia
mempunyai sifat keindahan yang berbeda-beda dengan sesamanya. Karena itu
merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap umatnya untuk
merasakan apa aja yang ada di alam ini.
Ditinjau dari segi
bahasa,Keindahan berasal dari kata Indah, diartikan sebagai keadaan yang enak
dipandang, cantik, nyaman, bagus benar atau elok. Keindahan identik dengan
kebenaran. Keindahan dalam arti estetika murni menyangkut pengalaman
estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga
hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan,
yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Nilai Estetik menurut
Teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai
salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai
Pendidikan, dan sebagainya. Renungan berasal dari kata renung, merenung
artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu
dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Keserasian
berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok, sesuai,
atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian
perpaduan, ukuran dan seimbang. Kehalusan berasal dari kata Halus artinya
tidak kasar (perbuatan) lembut,sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan
berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi
rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Apa pengertian Manusia?
2. Apa pengertian
Keindahan?
3. Apa makna dari
keindahan?
4. Apa
hubungan manusia dengan keindahan?
5.
Apa keserasian dan
kehalusan dari keindahan?
1.3 Tujuan Masalah
Adapun
tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menyadari makna keindahan, keserasian,
dan kehalusan bagi manusia serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk
lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis
dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan
kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif)
buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah
manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri
sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu
manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Pengertian manusia
dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari
kata “manu” (Sansekyerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir,
berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah
manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau
realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi,
manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi.
B. Pengertian keindahan
Keindahan berasal dari
kata Indah, Keindahan atau "Beauty" adalah sifat dari sesuatu yang
memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia,Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik,
bagus benar atau elok. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan
tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Contohnya Suara, Warna, dan
sebagainya. Semua itu termasuk indah yang merupakan ciptaan Tuhan secara
langsung.
Tidak demikian halnya
dengan keindahan yang merupakan karya cipta manusia. Keindahan yang
merupakan karya cipta manusia itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Meskipun
keindahan karya cipta manusia itu universal, akibat pemaknaannya akan
berbeda. Perbedaan itu dibatasi oleh ruang dan
waktu. Keindahan juga identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang bertambah, yang tidak mengandung kebenaran
berarti
tidak indah. Sesuatu yang mengandung kebenaran (bukan tiruan/ Asli) Keindahan
juga bersifat Universal, yang tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan
tempat, selera mode, kedaerahan. Kemudian pertanyaannya apakah keindahan itu?
Apakah nilai Estetik itu? Yang mendorong manusia menciptakan keindahan.
Menurut
sejarah Yunani kuno abad 18, pada saat itu pengertian keindahan telah di
pelajari oleh para Filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar
Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan
dengan kata “Beautiful” , bahasa Perancis “Beau”, Italia dan Spanyol “Bello”,
kata-kata itu berasal dari bahasa Latin “Bellum”, akar katanya adalah “Bonum”
yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum”
dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”. Kemudian menurut luas cakupannya,
Keindahan dibedakan menjadi tiga macam pengertian, yaitu :
a) Keindahan Dalam Arti
Luas
Keindahan
dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan.
Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyangkut adanya
watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan
sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan; Plotinus yang ber bicar a
tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah atau bisa pula disimak dari
apa yang biasa dibicar akan oleh or ang- orang Yunani mengenai buah pikir an
yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tetapi bangsa Yunani juga mengenal
pengertian keindahan dalam arti estetik disebutnya “Syimmetria” , untuk
keindahan berdasarkan pengelihatan. (misalnya pada seni pahat dan arsitektur)
dan “Harmonia” untuk keindahan bedasarkan pendengaran (musik).
Jadi pengertian yang
seluas-luasnya meliputi :
Ø Keindahan Seni
Ø Keindahan Alam
Ø Keindahan Moral
Ø Keindahan
Intelektual
Ø Keindahan
Dalam Arti Estetika Murni
Hal ini murni menyangkut pengalaman
estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Ø Keindahan
Dalam Arti Terbatas
Keindahan
dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya
menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni
berupa keindahan bentuk dan warna. Filsuf seni merumuskan keindahan sebagai
kesatuan hubungan yang terdapat antara penerapan-penerapan inderawi kita
(Beauty is unity of formal realitions of our sense percepctions). Thomas
Aquinos(1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan
bila mana dilihat (Id qout visum placet).
Kata estetika berasal
dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitivitas, karena memang pada
awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan perasaan. Dalam pengertian
teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari
keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita
memandang sesuatu obyek dan obyek itu dapat memberikan rasa senang, puas dan
sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka dapat dikatakan obyek yang
dipandang itu mengandung keindahan. Dalam perkembangannya, pengertian ini,
kemudian berubah meluas, tidak lagi berkaitan dengan lidah dan perasaan, tetapi
berhubungan dengan pikiran, etika dan logika.
Teori The Liang Gie
menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai
seperti halnya nilai Moral, nilai Ekonomi, nilai Pendidikan, dan sebagainya.
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian
keindahan disebut Nilai Estetik.
Dibawah ini adalah
alasan dan tujuan manusia menciptakan keindahan :
v Tata nilai yang telah
usang
Tata nilai yang sudah
tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan pada zaman sekarang, sehingga dirasakan
sebagai hambatan yang dapat merugikan nilai- nilai kemanusiaan dan dipandang
sebagai hak- hal dapat mengurangi nilai moral bermasyarakat, sehingga bisa
dikatakan tiodak indah.
v Kemerosotan zaman
Keadaan yang
merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.
Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan bejat
terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa
menghiraukan ketentuan- ketentuan agama dan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat. Yang demikian itu tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.
v Penderitaan Manusia
Penderitaan merupakan
hal yang pernah dialami semua orang, dan hal ini merupakan resiko hidup
manusia, yang diberikan oleh Tuhan agar manusia sadar untuk tidak menjauh
dariNya. Walaupun penderitaan adalah resiko hidup manusia, tapi hampir semua
orang menyukai adanya penderitaan, dan menganggap penderitaan merupakan hal
yang tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.
v Keagungan Tuhan
Keindahan merupakan
anugerah yang diberikan oleh manusia dan maka dari itu kita sebagai manusia
wajib mensyukurinya, dan sebagian dari kita mengungkapkan rasa syukur tersebut
dalam bentuk karya seni, seperti melukis pemandangan, yang merupakan hasil
karya seni yang Agung yang diciptakanoleh Allah untuk kita sebagai hambanya.
C. Makna Keindahan
Sebenarnya yang
namanya keindahan itu secara akademis sudah dikaji manusia sejak abad ke
delapan belas, pada saat para filsuf banyak tertarik untuk mengembangkan
estetika, salah satu cabang dari filsafat yang tidak lain berbicara soal
keindahan.
Beberapa
definisi keindahan berdasarkan pendapat para ahli antara lain :
·
Mortiner Adler
mendefinisikan keindahan adalah Sifat dari suatu benda yang memberi kita
kesenangan yang tidak berkepentingan yang kita bisa memperolehnya
semata-mata dari memikirkan atau melihat benda individual itu sebagaimana
adanya.
·
Thomas Aquinas mendefinisikan
keindahan adalah Sesuatu yang menyenangkan ketika dilihat.
·
Charles J. Bushell
mendefinisikan keindahan adalah Kualitas yang mendatangkan penghargaan yang
mendalam tentang bebagai nilai atau ideal yang membangkitkan semangat
Keindahan adalah perpaduan dari sesuatu yang baik bentuknya dengan yang
bertenaga hidup.
·
David Hume Hamsterhuis
mendefinisikan keindahan adalah Yang indah adalah yang paling banyak
mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-
singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan
·
Kahlil Gibran
Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang
tidak memberi namun menerima
·
Winchelmann :
Keindahan dapat terlepas sama sekali dar i kebaikan
·
Sulzer : Yang
indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belum indah.
Keindahan harus dapat memupukan rasa moral. Jadi ciptaan- ciptaan yang
amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan
untuk memupuk moral
o
Dengan melihat
demikian beragamnya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di
atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan mengecewakan kita yang
memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita
bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, paling tidak
kita bisa menangkap arah atau kecenderungan dari suatu pengertian yang
dikemukakan seseorang sesuai dengan pengelompokan seseor ang sesuai dengan
pengelompokan- pengelompokan yang ada.
Pengelompokan-pengelompokan
yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :
1.
Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak
atau landasannya. Dalam hal ini ada 2 pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu
pada objek dan subjek. Yang pertama, yaitu yang bertumpu Keindahan Objektif
adalah keindahan yang memang ada pada objeknya sementara kita sebagai
pengamat harus menerima sebagaimana mestinya. Sedangkan yang kedua, yang
disebut Keindahan Subjektif adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subjek
yang melihat dan menghayatinya. Disini keindahan diartikan sebagai segala
sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat
(Subjek) tanpa dicampuri keinginan–keinginan yang bersifat praktis, atau
kebutuhan-kebutuhan pribadi si penghayat.
2.
Pengelompokan
pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya. Bertitik tolak dari
landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan
keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam
ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa inggris yang mengenalnya
istilah Beauty untuk keindahan yang pertama, dan isitilah The beautiful untuk
pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal- hal tertentu yang memang indah.
3.
Pengelompokan pengertian
keindahan berdasar luas-sempitnya. Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan
antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan
dalam arti yang terbatas. Dari apa yang dikemukakan di atas, dua hal bisa
kita petik, yaitu : Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga
jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam- macam.Kedua, keindahan
sebagai pengertian mempunyai makna relatif, yaitu sangat tergantung kepada
subjeknya.
D. Hakikat dari Keindahan
Keindahan adalah
susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang
paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan
(symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan
bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat
diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas
Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana
dilihat.
Ada 2 nilai yang
penting dalam Keindahan:
1.
Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau
membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2.
Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau
apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan
disampaikan dalam suatu tarian.Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo
dalam bukunya “Current Concepts of Art”
Dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
§ Kelompok yang
berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya yakni karena
manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya
sendiri.
§ Kelompok yang
berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan
itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
§ Kelompok yang
berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan
yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi
pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
E.
Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan
memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari
keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni
suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu
kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur
politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman
manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan
budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian
hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun
kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan
identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti
tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena
dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan
kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna
sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia
yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar
(auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan
tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu
adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu
sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan
behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri.
Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan
yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang
mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan
kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain
imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai
objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan
orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam
agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan
yang paling indah.
F. Renungan
Renungan berasal dari
kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau
memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Merenung
artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam.
Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita
tentang suatu hal. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya
satu sama lain berbeda, meskipun objek yang direnungkannya sama, lebih pula
apabila objek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkannya itu bergantung
kepada objek dan subjek.
Setiap kegiatan untuk
merenung atau mengavaluasi segenap pengetahuan yang dimiliki dapat disebut berfilsafat.
Jadi berfilsafat adalah terjadinya proses pembicaraan, evaluasi dengan hati
kita sendiri mengenai suatu peristiwa.
Contoh hasil renungan
yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan gaya gravitasinya. Akan
tetapi tidak semua orang mampu berfikir kefilsafatan. Pemikiran kefilsafatan
mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalah proses berpikir yang logik
dan anal itik. Berpikir merupakan kegiatan untuk menyusun pengetahuan yang
benar. Berpikir logik menunjuk pola berpikir secara luas. Kegiatan berpikir
dapat disebut logik ditinjau dari suatu logika tertentu. Maka ada kemungkinan
suatu pemikiran yang logik akan menjadi tidak logik bila ditinjau dari sudut
logika yang lain.
Penalaran merupakan
kegiatan berpikir yang juga menyandarkan diri kepada suatu analisis. Analisis
adalah kegiatan berpikir berdasarkan langkah- langkah tertentu, sehingga
pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung. Pemikiran ilmiah
(keilmuan) dan pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada logika analitik. Hanya
saja pemikiran kefilsafatan mempunyai karakteristik sendiri yang berbeda dengan
karakter keilmuan.
Pemikiran kefilsafatan
mempunyai 3 macam ciri, yaitu:
1. Menyeluruh
artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut pandang tertentu.
Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui antara ilmu yang satu dengan ilmu-ilmu
yang lain. Hubungan ilmu dengan moral seni dan tujuan hidup.
2. Mendasar artinya
pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (keluar gejala),
sehingga dapat dijadikan dasar berpjak bagi segenap bidang keilmuan.
3. Spekulatif artinya
hasil pemikiran yang di dapat diijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran
selanjutnya. Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk
menjelajah wilayah pengetahuan yang baru.
G. Keserasian
Keserasian berasal
dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok, sesuai, atau kena
benar Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian perpaduan,
ukuran dan seimbang. Perpaduan misalnya orang berpakaian antara kulit dan
warnanya yang dipakai cocok. Sebaliknya orang hitam memakai wana hijau, tentu
makin hitam. Warna hijau pantas dipakai oleh orang berkulit kuning. Atau
kepasar menggunakan pakaian pesta, atau sebaliknya berpesta menggunakan pakaian
santai, dan lain-lain. Hal seperti ini tentu tidak serasi dan kur ang cocok,
kurang kena. Dan tentu akan dikatakan oleh setiap orang “Sayang” atau kata-kata
lain yang menunjukkan kekecewaan. Oleh karena yang memandang itu merasa kecewa
dengan adanya hal yang kurang serasi.
Dalam memadu rumah dan
halaman, rumah yang bagus dengan halaman luas dan tersusun rapi dengan
bunga-bunga yang indah, orang akan memuji keserasian itu. Tetapi sebaliknya,
rumah yang bagus yang tidak mempunyai halaman tentu orang akan mengatakan
“Sayang” . Jadi dalam hal memadu rumah dan halaman itu ada unsur ukuran- ukuran
yang seimbang.
Dalam
berpakaian sangat diutamakan keserasian warna dan bentuk serta potongan tubuh.
Atau dapat juga kita kagum atas kecantikan wanita dan kecakapan pria pada waktu
duduk. Setiap orang melihat terheran-heran melihat wajahnya. Hampir semua mata
memandang ke arah wanita atau pria yang dikagumi semua yang hadir itu. Tetapi
setelah berdiri, semua orang mengeluh “Sayang”, karena tinggi orang itu tidak
sesuai dengan harapan kita, ternyata terlalu pendek hal seperti itu juga
menyatakan ukuran.
Contohnya
Lagu merupakan pertentangan suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lembut
yang terpadu begitu rupa, sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan
hati kita merasa puas. Tetapi apabila terjadi sekonyong- konyong suara yang
seharusnya menurut rasa kita menanjak justru kebalikannya, kita tentu akan
kecewa. Dalam hal lagu, irama yang indah itu merupakan per tentangan yang
serasi.
Karena
itu, dalam keindahan itu, sebagian besar ahli pikir mejelaskan, bahwa keindahan
pada dasarnya adalah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu
hal; Kualita yang paling sering disebut adalah Kesatuan (Unity), Keselarasan
(Har mony), Ketangkupan (Symetry), Keseimbangan (Balance) dan Pertentangan
(Contrast). Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari
berbagai keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk dan kata-kata.
Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan
yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Keserasian
identik dengan Keindahan. Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat
menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan pendengaran. Sesuatu yang serasi
tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Pendapat lain mengatakan,
bahwa pengalaman estetik sebagai suatu keselarasan dinamik dan per enungan yang
menyenangkan. Dalam keselar asan itu seseorang memiliki perasaan seimbang dan
tenang dan mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup
sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati dan ingin memper
panjangnya.
Keserasian
tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan
antara warna, bentuk dan ukuran. Atau keserasian merupakan pertentangan antara
nada-nada tinggi-rendah, keras-lembut, dan panjang-pendek.Kadang-kadang
kemewahan menunjang keserasian, tetapi tidak selalu .
H. Kehalusan
Kehalusan berasal dari
kata Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa),
beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.
Halus bagi manusia itu sendiri ialah berupa sikap, yakni sikap halus.
Sikap halus adalah sikap lembut dalam menghadapi orang. Lembut dalam
mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota
badan lainnya.
Halus itu berarti
sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun masyarakat
luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang sedang
emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan.
Sikap halus atau lembut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta
kasih ter hadap sesama. Sebab itu orang yang bersikap halus atau lembut
biasanya suka memperhatikan kepentingan orang lain, dan suka menolong orang
lain. Sikap lembut merupakan perwujudan pula dari sifat-sifat ramah, sopan,
sederhana dalam pergaulan. Sikap halus juga dimiliki orang yang bersikap
rendah hati. Karena orang yang bersikap rendah hati adalah orang yang halus
tutur bahasanya, sopan tingkah lakunya, tidak sombong, tidak membedakan pangkat
dan derajat dalam pergaulan.
Kehalusan atau
kelembutan atau sebaliknya kekerasan itu yang menilai orang lain, orang yang
dihadapi atau orang yang menyaksikan. Sudah tentu yang dinilai adalah gerak
laku, roman muka, tutur bahasa, dan sebagainya. Anggota badan yang
melahirkan sikap kehalusan itu ialah Kaki, Tangan, Kepala, Mulut, Bibir, Mata,
Bahu. Selain itu roman muka, perkataan, pemilihan kata, penyusunan kalimat dan
irama bahasa juga dapat dinilai halus dan tidaknya.
Bagian Rohaniah yang
melahir kan sikap: Kemauan, Perasaan dan Pikiran atau Karsa, Rasa dan Cipta.
Tiga unsur Rohaniah ini saling berkaitan, saling mempengaruhi dan mewujudkan
tingkah laku, tutur bahasa, perbuatan yang semuanya itu dapat dinilai kehalusan
dan kekasarann.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun yang menjadi kesimpulan makalah ini
adalah sebagai berikut:
·
Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat
dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya, keadaan yang enak
dipandang, cantik, bagus benar atau elok.
·
Merenung artinya
secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam. Renungan
adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang
suatu hal.
·
Keserasian berasal
dari kata serasi; serasi dari kata dasar Rasi artinya cocok, sesuai, atau kena
benar . Kata cocok, sesuai atau kena benar mengandung unsur pengertian per
paduan, ukur an dan seimbang.
·
Kehalusan berasal dari
kata Halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa),
beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban.
B. Saran
Saran dari penyusun
adalah sebaiknya makalah ini dipelajari dan dipahami maksud isi dan bahasanya
sehingga kita semua lebih mengerti tentang manusia dan keindahan serta mampu
menerapkanya didalam kehidupan kita sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Widagdho, Djoko, Dr s, Ilmu Budaya Dasar,
(Jakarta : Bumi Aksara, 2008)
Akiel, Ahiruddin, S.Pd, Bahan Kuliah Ilmu
Budaya Dasar, (Jakarta, Unindra)
M.P., Suyadi, Drs., Buku Materi Pokok IBD,
(Jakarta : Depdikbud, 1984)
Situs resmi Wiki pedia berbahasa Indonesia :
tentang Keindahan
Situs www .cari ilmu online.com, Pakde Sofa :
Ilmu Budaya Dasar Bag. 1
sumber :
http://cahayacinaga.blogspot.com/2014/05/makalah-manusia-dan-keindahan.html
Komentar
Posting Komentar