Aspek Pengambilan Keputusan Keuangan Terkait Kurs Mata Uang Asing ,dan Kemungkinan Implikasi Bisnis Akibat Fluktuasi Nilai Tukar
A.
Sistem Keuangan Internasional
Keuangan internasional
(juga disebut ekonomi moneter internasional atau ekonomi makro internasional)
adalah cabang ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau
lebih dari sisi moneter dan ekonomi makro.
Keuangan internasional
mempelajari dinamika sistem keuangan global, sistem moneter internasional,
neraca pembayaran, nilai tukar, investasi asing langsung, dan hubungannya
dengan perdagangan internasional.
Keuangan internasional,
kadang disebut keuangan multinasional, menangani manajemen keuangan
internasional. Investor dan perusahaan multinasional harus menilai dan
mengelola risiko internasional seperti risiko politik dan risiko valuta asing,
termasuk keterpaparan transaksi, keterpaparan ekonomi, dan keterpaparan
penerjemahan.
Dalam
perjalanan suatu sistem keuangan internasional, terdapat beberapa beberapa
elemen di dalamnya berupa sekumpulan subsistem utama ekonomi dunia yang mana
berdampak pada penentuan ekonomi nasional dan global. Elemen-elemen tersebut
terdiri dari:
·
Sistem moneter
internasional –
ditandai
oleh komponen seperti mata uang nasional dan cadangan, mata uang kolektif
internasional, kondisi konvertibilitas bersama, paritas mata uang, nilai tukar,
serta mekanisme aturan nilai tukar nasional dan internasional.
·
Pasar keuangan
internasional –
termasuk
mata uang, pinjaman dan sekuritas oleh instrumen keuangan tertentu.
·
Sektor keuangan virtual
-
yaitu internet banking , online shopping , digital currency , e-money ; Kredit
khusus dan Institusi keuangan (seperti dana asuransi pensiun dan kumpulan
investor).
·
Perdagangan ekonomi
–
berupa bursa saham dan komoditas internasional.
·
Pelaku ekonomi
–
terdiri dari negara-negara, bank-bank, perusahaan-perusahaan, TNC dan TNB; yang
melakukan operasi untuk menarik investasi asing sebagai sumber modal untuk
membiayai investasi mereka berupa penjualan saham atau pinjaman di pasar modal
internasional.
Elemen-elemen
di atas menjadi sebuah kesatuan dan berjalan bersamaan sebagai penggerak sistem
keuangan internasional. Dalam penelitian ini, kelima elemen tersebut digunakan
untuk melihat posisi cryptocurrency sehingga dapat diketahui apakah
cryptocurrency termasuk dalam sistem keuangan internasional.
Cryptocurrency
merupakan sebuah teknologi baru dalam sistem keuangan. Cryptocurrency merupakan
aset digital yang berfungsi sebagai media pertukaran dengan menggunakan
kriptografi sebagai sistem keamananya. Dikatakan digital karena cryptocurrency
tidak memiliki bentuk fisik, namun mata uang ini tetap memiliki nilai karena
dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Lebih lanjut, cryptocurrency juga
didefinisikan sebagai sebuah revolusi baru dari jenis mata uang yang serupa
seperti: mata uang lainnya yang memiliki nilai karena orang menganggapnya
bernilai.
Berdasarkan
definisi-definisi yang telah disebutkan dapat dimaknai bahwa cryptocurrency
adalah mata uang yang tidak memiliki wujud nyata dan hanya terdapat di dunia
maya, dimana cryptocurrency merupakan sebuah jenis mata uang digital yang
menggunakan prinsip kriptografi yang nilainya ditentukan oleh supply dan demand
para penggunanya. Konsep cryptocurrency dalam tulisan ini akan digunakan untuk
mengukur perkembangan cryptocurrency khususnya Bitcoin guna melihat pengaruhnya
terhadap kontroversi di negara-negara dunia.
Terdapat
beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur perkembangan cryptocurrency .
Pertama - jumlah transaksi cryptocurrency , dimana tiap negara memiliki jumlah
transaksi yang berbeda-beda. Banyaknya transaksi di sebuah negara sejalan
dengan seberapa banyak pengguna di negara tersebut, sehingga semakin banyak
pengguna maka jumlah transaksinyapun akan semakin tinggi.
Indikator
kedua – pengguna cryptocurrency yang menjadi penentu terhadap pergerakan
nilainya yang secara logika semakin banyak pengguna maka akan semakin banyak
permintaan dan penawaran. Jumlah pengguna cryptocurrency di tiap negara
berbeda-beda, banyaknya pengguna di suatu negara maka dapat diindikasikan bahwa
cryptocurrency di negara tersebut semakin diterima.
Indikator
ketiga dalam penelitian ini yaitu perdagangan cryptocurrency . Penerimaan
cryptocurrency di sebuah negara tidak lepas dari tingginya perdagangan
cryptocurrency , yang merupakan aktifitas penukaran cryptocurrency terhadap
mata uang domestik atau sebaliknya. Aktivitas tersebut berlangsung di pasar
cryptocurrency yang menjadi tempat dimana cryptocurrency ditukarkan dengan
cryptocurrency lainnya atau bahkan dengan uang fiat
Indikator
keempat dalam penelitian ini adalah harga cryptocurrency (Bitcoin). Pada pasar
bursa cryptocurrency terdapat harga yang nilainya dapat dengan mudah berbubah.
Harga tersebut secara logis dipengaruhi oleh penerimaan dan penawaran pasar.
Harga cryptocurrency merupakan nilai yang harus dibayarkan untuk mendapat satu
unit cryptocurrency . Menurut Hyadumadha perbedaan harga cryptocurrency
(Bitcoin) disebabkan penentuan harga berdasarkan nilai mata uang suatu negara
serta penggunanya, sehingga harga cryptocurrency di suatu negara akan berbeda
dengan di negara lainnya mengikuti nilai mata uang negara tersebut, selain itu
harga yang berlaku juga tidak lepas dari pengaruh jumlah pengguna
cryptocurrency .
v MATA UANG
ASING
Valuta
asing merupakan mata uang yang diakui, digunakan, dipakai, dan juga diterima
sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Valuta asing yang
banyak dipakai biasanya merupakan mata uang suatu negara yang memiliki peranan
ataupun kendali yang cukup besar dalam sistem perekonomian di seluruh dunia. Di
seluruh dunia sendiri, valuta asing yang paling banyak digunakan adalah Dollar.
Valuta
asing merupakan bagian dari devisa suatu negara. Devisa sendiri merupakan
setiap kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara yang berada di luar negeri yang
wujudnya dapat berupa barang, jasa, atau bahkan mata uang yang digunakan
sebagai alat transaksi perdagangan lintas negara. Devisa suatu negara yang
berbentuk mata uang ini lah yang sering kita sebut dengan istilah valuta asing.
Fungsi Valuta Asing
Jika
dikaji dari pengertian valuta asing di atas, maka fungsi valuta asing adalah
sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Jika kita rinci secara
lebih mendalam maka valuta asing setidaknya memili 4 fungsi berikut ini :
·
Alat Tukar Internasional
Fungsi valuta asing
yang pertama adalah sebagai alat tukar internasional. Seperti yang kita ketahui
bersama, uang merupakan alat tukar yang digunakan untuk melakukan pertukaran
barang.
·
Alat Pengendali Kurs
Fungsi valuta asing
yang kedua adalah sebagai alat pengendali kurs. Kurs mata uang suatu negara
sering kali mengalami pergolakan. Nah, dengan pengelolaan tingkat penggunaan
sesuatu valuta asing asing tertentu, sebuah negara dapat mengendalikan nilai
tukar mata uang mereka dengan lebih mudah.
·
Alat Pembayaran
Internasional
Seperti yang telah
dijelaskan di atas, valuta asing memiliki peranan yang besar dalam perdagangan
internasional yaitu sebagai alat pembayaran yang sah dan diakui oleh kedua
belah pihak.
·
Alat untuk Memperlancar
Perdagangan Internasional
Dengan menggunakan
valuta asing, setiap negara yang ada di seluruh penjuru dunia dapat dengan
mudah melakukan aktivitas jual beli tanpa harus terkendala masalah penggunaan
mata uang.
v FLUKTUASI
NILAI TUKAR
fluktuasi nilai mata
uang adalah naik-turunnya harga suatu mata uang dibanding mata uang lainnya.
Perubahan harga tersebut disebabkan oleh permintaan dan penawaran di pasar
untuk mata uang tersebut dibanding mata uang lainnya.
Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS
dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan stabil, hal ini
terutama dipengaruhi oleh besarnya surplus neraca pembayaran yang disebabkan
oleh penurunan defisit transaksi modal dan pada sisi lain meningkatnya surplus
transaksi berjalan. Penguatan nilai mata uang Rupiah didorong semakin tingginya
capital inflows menyusul semakin membaiknya fundamental makroekonomi Indonesia,
menguatnya mata uang regional terhadap dollar AS, selisih yang cukup signifikan
antara tingkat bunga domestik dan luar negeri serta respon positf terhadap
lancarnya pelaksanaan pemilihan umum 2004.
Fluktuasi
kurs Rupiah dipengaruhi baik oleh kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal.
Sejalan dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank
Sentral mengenai efektifitas kebijakan moneter pada sistem nilai tukar
mengambang otoritas moneter telah mengubah sistem operasi kebijakan moneter
dari sistem operasi berdasarkan intermediate targeting yang diterapkan selama
penerapan sistem nilai tukar mengambang terkendali menjadi sistem operasi
berdasarkan inflation targeting.
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-keuangan-internasional/123477
http://pengertiandefinisi.com/pengertian-valuta-asing-dan-fungsinya/
Komentar
Posting Komentar