Sistem Informasi dan Riset Pemasaran Global
Sistem
informasi global
Sistem informasi global adalah sistem informasi
yang berbasis komputer yang melintasi batas batas negara dimana perusahaan
multinasional dengan sistem tersebut bisa mengintegrasikan seluruh kegiatan
perusahaan seperti penyusunan strategi, pelaksanaan operasi antara perusahaan
induk dengan perusahaan cabangnya bahkan yang di mana perusahaan cabangnya
telah tersebar di berbagai negara lainnya.
Level
dan strategi penerapan sistem informasi global
Berikut
ini adalah macam-macam strategi yang digunakan oleh perusahaan multinasional
dalam menerapkan Sistem Informasi Global (SIG) disusun oleh Christopher Barlett
(1943-sekarang) yang beliau adalah seorang ahli teori organisasi dari
Australia, dan menjabat sebagai Profesor Administrasi Bisnis Emeritus di
Harvard Business School, dan Sumantra Ghosal (1948-2004) yang merupakan seorang
pendidik di India yang menjabat sebagai Profesor Manajemen Strategis dan
Internasional di London Business School, dan juga merupakan Dekan pendiri
Indian School of Business di Hyderabad.
Strategi
multinasiona
Strategi
ini merupakan desentralisasi, yang di mana perusahaan-perusahaan cabang
diizinkan untuk mengembangkan produk serta memasarkannya secara mandiri di
wilayah operasi tersebut, strategi ini merupakan strategi tertua yang terkenal
serta telah diterapkan perusahaan-perusahaan di Eropa sebelum perang dunia II
yang disebut strategi “Lepas tangan” .
Strategi dunia global
Strategi ini adalah
bisa dibilang kebalikan dari strategi multinasional yang di mana menerapkan
sentralisasi, strategi ini membatasi kendali dari perusahaan cabang oleh
perusahaan induknya, sehingga produk-produknya dibuat di perusahaan induk yang
kemudian dikirimkan kepada perusahaan-perusahaan cabang, aliran produk dan
informasi bergerak satu arah dari perusahaan induk ke perusahaan cabang.
Strategi ini menempatkan pekerjaan terbesar ada di perusahaan induk terhadap
basis data dan informasi.
Strategi
antarnegara
Strategi
ini di mana perusahaan induk dan perusahaan cabang bekerjasama dalam penyusunan
strategi, pengoperasiaanya, serta juga mengkoordinasikan logistik dalam
penetapan sasaran produk yang tepat. Strategi ini hampir sama dengan strategi
internasional tetapi dengan lebih meningkatkan lagi peran perusahaan cabang
untuk keluwesan dalam penerapan strategi untuk diterapkan ke daerah operasional
masing-masing dengan tetap mengikuti standar yang ditetapkan dalam skala
internasional oleh perusahaan induk, maka strategi ini harus memastikan bahwa
rancangan basis data perusahaan harus digunakan oleh seluruh cabang yang
tersebar di seluruh dunia.
Macam macam strategi dalam bisnis
global
Berikut
ini adalah empat strategi global utama dasar yang digunakan oleh perusahaan
ketika memasuki pasar global yaitu, eksportir dalam negeri, multinasional,
waralaba, dan transnasional. DI bawahnya terdapat tabel yang menggambarkan tiga
jenis struktur organisasi atau pemerintahan: terpusat (di negara asal sebagai
pusat), terdesentralisasi (ke unit lokal sebagai cabang), dan terkoordinasi
(semua unit mempunyai partisipasi yang sama).
·
Eksportir dalam negeri
Strategi
eksportir dalam negeri ditandai oleh sentralisasi aktivitas korporasi yang
berat di negara asalnya. Hampir semua perusahaan internasional memulai dengan
cara ini, dan beberapa beralih ke bentuk lain. Produksi, keuangan / akuntansi,
penjualan / pemasaran, sumber daya manusia, dan manajemen strategis ditetapkan
untuk mengoptimalkan sumber daya di negara asal. Penjualan internasional
kadang-kadang bubar dengan menggunakan perjanjian keagenan atau anak
perusahaan, namun bahkan di sini, pemasaran luar negeri bergantung pada basis
rumah domestik untuk tema dan strategi pemasaran.
·
Multinasional
Strategi
multinasional mengkonsolidasikan pengelolaan dan pengendalian keuangan dari
basis rumah pusat sementara mendesentralisasi operasi produksi, penjualan, dan
pemasaran ke unit di negara lain. Produk dan layanan yang dijual di berbagai
negara disesuaikan dengan kondisi pasar lokal. Organisasi ini menjadi
konfederasi fasilitas produksi dan pemasaran yang jauh di berbagai negara.
·
Waralaba
Franchisers
atau waralaba adalah perpaduan yang menarik antara yang lama dan yang baru. Di
satu sisi, produk dibuat, dirancang, dibiayai, dan awalnya diproduksi di negara
asal, namun karena alasan khusus produk harus sangat bergantung pada personil
asing untuk produksi, pemasaran, dan sumber daya manusia lebih lanjut.
RISET PEMASARAN
Riset
pasar atau pemasaran adalah bentuk kegiatan berupa perumusan masalah,
pengumpulan data, analisis, dan pelaporan yang disusun secara sistematis
sebagai pedoman dalam menentukan strategi pemasaran produk.
Riset
pemasaran harus dilakukan secara sistematis, yakni mulai dari perumusan
masalah, perumusan tujuan, pengumpulan data, pengolahan data, hingga interpretasi
dari hasil riset pemasaran yang diperoleh.
Menurut
American Marketing Association, riset pemasaran merupakan fungsi yang dapat
menghubungkan antara konsumen dan publik dengan pemasar melalui adanya
informasi dalam mengidentifikasi peluang maupun masalah pemasaran.
Dengan
adanya riset pemasaran, pihak manajemen pemasaran akan mengetahui hal apa saja
yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang masih sesuai dilakukan
untuk merebut peluang.
Setiap
riset memiliki objek riset yang berbeda-beda. Sedangkan dalam riset pemasaran,
obyek riset berupa;
1.
Harga, obyek ini berguna untuk mengukur daya beli konsumen, berapakah
harga yang dapat menjadi peluang barang/jasa dibeli dan digunakan.
2.
Produk, obyek riset produk dapat meliputi, kegunaan produk, nilai
produk, rupa produk dan juga tingkat kegunaan produk.
3.
Alat Pemasaran, topik ini digunakan untuk melihat seberapa
efektif alat yang digunakan dalam pemasaran.
4.
Distribusi, obyek ini digunakan juga untuk melihat efektifitas alur
distribusi produk kepada konsumen.
5.
Konsumen, obyek riset yang tidak kalah penting adalah konsumen. Hal ini
digunakan untuk menganalisis perilaku dan kebutuhan konsumen.
Jenis Riset Pemasaran
Setelah
membahas tentang pengertian dan fungsi dari riset pemasaran, maka selanjutnya
kita akan membahas tentang jenis riset pemasaran itu sendiri. Secara teori,
riset pemasaran diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu
·
Problem Solving Research
Riset
pemasaran dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta memecahkan
permasalahan yang sering terjadi di dalam hal pemasaran.
·
Controlling Research
Merupakan
kegiatan penelitian yang dilakukan untuk mengawasi dan mengendalikan proses
bisnis dan pemasaran yang terjadi di kalangan konsumen.
·
Planning Research
Merupakan
riset pemasaran yang bertujuan untuk mendapatkan informasi sebagai panduan
untuk menyusun rencana pemasaran perusahan.
Fungsi Riset Pemasaran
Riset
pemasaran menjadi salah satu langkah yang wajib untuk dilakukan oleh perusahaan
dalam upaya untuk membantu menyusun perencanaan pemasaran.
Jadi,
bisa dikatakan riset pemasaran merupakan mata dan telinga perusahaan untuk
mengetahui bagaimana pandangan pelanggan pada perusahaan Anda. Secara umum
terdapat tiga fungsi utama riset pemasaran untuk pemasaran, di antaranya:
·
Fungsi Evaluating
Sesuai
dengan namanya, fungsi ini biasanya digunakan untuk melakukan evaluasi terkait
program-program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi ini juga
berkaitan dengan kegiatan perusahaan yang ingin melakukan review untuk
membandingkan dengan produk pesaing.
·
Fungsi Understanding
Tujuan
dari fungsi ini yaitu memahami konsumen sebagai salah satu masukan yang
memberikan pengaruh penting untuk perusahaan. Dengan memahami apa yang
diinginkan oleh konsumen, tentu saja perusahaan lebih mudah dalam mencari tahu
apa saja barang yang dibutuhkan oleh para pelanggannya.
·
Fungsi Predicting
Untuk
fungsi yang terakhir ini bisa dikatakan paling sulit dilakukan. Tidak dapat di
pungkiri bahwa dunia ini penuh dengan ketidakpastian. Sehingga, umumnya
prediksi yang dilakukan dalam riset bisa dikatakan sangat berisiko. Hal
tersebut karena sifat dari hasilnya yang sangat relatif.
TEKNIK ANALISIS RISET PASAR
INTERNASIONAL
Di
setiap riset pemasaran, tahap yang paling krusial adalah menentukan
permasalahanyang perusahaan coba untuk diatasi. Jika permasalahan sudah salah
dianalisis di tahap awal,sedikit bantuan akan disediakan di tahap pengambilan
keputusan.Sebagai contoh, perusahaan yang mengalami penurunan penjualan sebesar
25% diItali. Penurunan sebesar 25% tersebut bukanlah menjadi masalah, tetapi
yang harus dilakukanadalah menemukan alasan penurunan penjualan tersebut.
Sekali kita telah mengetahui alasandasarnya, kita dapat menggunakan riset
marketing untuk memberikan pemahaman yang lebih baik dari permasalahan
perusahaan. Beberapa alasan penurunan penjualan mungkin sajakarena:
·
Pengurangan secara umum di pasar Itali
·
Naiknya kompetisi dari perusahaan Itali
dan perusahaan lainnya
·
Berkurangnya sales support dari agen
distribusi
·
Iklan yang digunakan tidak dimengerti
oleh pelanggan ItaliMenentukan permasalahan riset cukup sulit ditemukan di
dalam pasar internasionalkarena jumlah pasar yang harus ditutupi dan dengan
tren saat ini dalam perdaganganinternasional sering terjadi cakupan pasar lebih
dari satu negara, membuat keterbandingandata sangat penting. Hal ini juga lebih
sulit karena kita biasanya memiliki pengetahuan yangkurang tentang non-domestik
pasar negara. Masalah lebih lanjut karena perbedaan kuluturalantara peneliti di
kantor pusat perusahaan dan calon pembeli di pasar internasional yang
berbeda.Secara keseluruhan, bagaimanapun, meskipun telah menekankan
pentingnyamenentukan masalah spesifik riset, lebih dari apa pun, riset
pemasaran di pasar internasionaldidukung dengan mengidentifikasi peluang
pemasaran. Selain itu, karena, seperti telah kitalihat, ciri pembeda dari
pemasaran internasional adalah bahwa hal itu dilakukan pada lintas batas
internasional, kita sering menemukan bahwa riset pemasaran internasional fokus
untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara pasar internasional (akan
dibahas di bab 7).Sumber InformasiBerbagai sumber dapat digunakan untuk
membantu memperoleh informasi untuk memberikan konteks masalah yang riset
pemasaran atasi. Sumber-sumber ini mencakup:
•Berbicara
dengan pengambil keputusan pemasaran dan manajer lainnya, terutama
dinegara-negara yang bersangkutan
•Membaca
jurnal profesional dan surat kabar, terutama dari negara yang bersangkutan
•Mencari
dan mengkaji informasi riset pemasaran yang ada dari survei dan sumber data
•Berbicara
kepada supplier di negara-negara yang bersangkutan
•Mengunjungi
pameran perdagangan. Ini dapat menjadi sumber informasi yang sangat berguna
mengenai informasi latar belakang. Namun, pameran dagang yang palingutama
diadakan hanya sekali setahun atau sekali setiap dua tahun. Oleh karena
itu,waktu perdagangan mungkin tidak sesuai dengan jadwal waktu riset pemasaran.
https://www.sepriano.ceritadosen.com/2020/12/pengertian-dan-konsep-sistem-informasi.html
https://www.jurnal.id/id/blog/fungsi-langkah-penyusunan-riset-pemasaran-atau-riset-pasar-adalah/
Komentar
Posting Komentar